loading...
Perang As-Israel dan Iran ditengarai akan memicu konflik global, bahkan perang tersebut menjadi tanda-tanda akankah menjadi awal perang besar di akhir zaman? Foto ilustrasi/ist
Al Malhamah Kubra adalah perang besar di akhir zaman yang merupakan salah satu tanda dari akan datangnya hari kiamat. Tanda-tanda perang itu adalah perang antara kaum Muslim dan Nasrani. Akankah perang itu segera terjadi? Melihat konflik perang saat ini antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang tengah memanas.
Dikutip dari buku "Al-Malhamah al-kubra : Ketika nubuwah yang dijanjikan itu tiba, akankah kita kembali ke zaman unta?" Disebutkan jika salah satu nubuwat menakjubkan yang akan terjadi di akhir zaman adalah Al-Malhamah Al-Kubra , sebuah pertempuran paling mendebarkan antara pasukan Al-Mahdi dan Komando Romawi Bani Asfar. Sisi lain yang menakjubkan dari Al-Malhamah Kubra adalah lantaran ia akan terjadi di Suriah.
Dalam hadis, telah disebutkan sebagian tanda akhir zaman yang diantaranya akan terjadi satu peristiwa besar di wilayah yang bernama Ghouta, Suriah.
عن أبي الدرداء رضي اللَّه عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن فسطاط المسلمين يوم الملحمة بالغوطة إلى جانب مدينة يقال لها: دمشق، من خير مدائن الشام» (أخرجه أحمد [21725]، وأبو داود [4298)
Dari Abu Darda radiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullaah SAW bersabda : “Sesungguhnya tempat berlindung kaum Muslimin pada hari huru hara adalah di Ghouta, sebelah kota yang disebut sebagai Damaskus. Tempat itu adalah salah satu tempat terbaik wilayah Syam.” (HR. Ahmad No. 21725, Abu Dawud No. 4298)
Baca juga: Kedudukan dan Kisah Bangsa Iran dalam Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Gambaran Perang Al Malhamah Kubra
Perang Al Malhamah Kubra bukanlah perang yang kisa ketahui di masa modern dengan menggunakan senjata api dan kendaraan lapis baja, melainkan kembali ke zaman primitif dengan menggunakan kuda, pedang dan tombak.
Sehingga manusia akan kembali ke zaman unta, abad kegelapan yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia saat ini.
Hal yang mengejutkan adalah bahwa manusia seluruh dunia juga akan kembali ke abad kegelapan, tanpa listrik dan penerangan, tanpa mesin dan alat-alat elektronik, tanpa mobil dan pesawat, mirip sebagaimana manusia-manusia zaman dahulu.
Peperangan ini terjadi antara kaum nasrani melawan penduduk Syam yang kemudian dibantu oleh tentara dari kota Madinah. Dan kaum muslimin akan mendapatkan kemenangan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih.
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِاْلأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنَ الْمَدِينَةِ، مِنْ خِيَارِ أَهْلِ اْلأَرْضِ يَوْمَئِذٍ، فَإِذَا تَصَافُّوا، قَالَتِ الرُّومُ: خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ. فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ: لاَ وَاللهِ لاَ نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا، فَيُقَاتِلُونَهُمْ، فَيَهْزُمُ ثُلُثٌ لاَ يَتُوبُ اللهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا، وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللهِ، وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لاَ يُفْتَنُونَ أَبَدًا، فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ، إِذْ صَاحَ فِيهِمُ الشَّيْطَانُ: إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِـي أَهْلِيكُمْ، فَيَخْرُجُونَ، وَذَلِكَ بَاطِلٌ، فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ، خَرَجَ فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ، إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga bangsa Romawi datang ke A’maq dan Dabiq, lalu pasukan dari Madinah datang menghadang mereka. Mereka termasuk penduduk bumi yang terbaik waktu itu.
Ketika mereka telah berbaris, bangsa Romawi berkata, “Biarkanlah antara kami dan orang yang tertawan dari kalangan kami sehingga kami dapat membunuh mereka.”















































