Apakah Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Mencemari Ekosistem Laut? Pakar IPB Beri Penjelasan

5 hours ago 6

loading...

Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari perairan Selat Sunda menggunakan KRI Lepu 861, Rabu (9/9/2026). Foto/ Instagram BPBD Lampung.

JAKARTA - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masuk ke laut tidak otomatis menjadi ancaman bagi ekosistem perairan. Pakar IPB University memberikan penjelasan ilmiahnya.

Pakar Oseanografi IPB University Prof Agus Atmadippoera menjelaskan, dampaknya sangat bergantung pada jumlah material vulkanik, konsentrasi, serta kondisi arus dan gelombang di laut.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, PVMBG Catat 3 Gempa Hybrid

Menurutnya, material abu vulkanik yang jatuh ke laut perlu dilihat berdasarkan konsentrasi, sebaran, serta proses fisik yang terjadi di perairan. “Abu vulkanik yang jatuh ke perairan laut tidak serta-merta menjadi bahan pencemar atau racun bagi ekosistem. Itu bergantung pada intensitas dan besarannya,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (10/9/2026).

Namun, dampak ekologis dapat muncul apabila material vulkanik masuk ke perairan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kekeruhan air sehingga penetrasi cahaya matahari ke dalam kolom air berkurang. Akibatnya, proses fotosintesis organisme laut juga dapat terganggu.

Read Entire Article
Prestasi | | | |