AS Tolak Hidupkan Kembali Kesepakatan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih 2%

5 hours ago 6

loading...

Jilatan api menyembur dari menara pembakar di ladang minyak Nahr Bin Umar, sebelah utara Basra, Irak, pada 16 September 2019. FOTO/Reuters

JAKARTA - Harga minyak dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis setelah laporan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulang kali menyampaikan kepada mediator bahwa Washington tidak akan kembali pada kesepakatan dengan Iran yang tercantum dalam nota kesepahaman Juni. Sikap tersebut meredupkan prospek pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat dan mendorong pasar memperkirakan gangguan arus energi dari kawasan Teluk akan berlangsung lebih lama.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup menguat sekitar 2%, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1,5%, menurut Reuters. Sebelumnya, kedua harga acuan tersebut sempat melemah karena optimisme terhadap upaya diplomatik, dengan Brent menyentuh level terendah USD86,22 per barel dan WTI USD80,65 per barel sebelum berbalik menguat.

Baca Juga: Trump Plinplan: Dulu Bilang 90% Mojtaba Khamenei Tewas, Sekarang Yakin Masih Hidup

Kenaikan harga dipicu laporan Wall Street Journal yang menyebut Gedung Putih tidak berminat kembali pada kerangka gencatan senjata yang disepakati dengan Teheran pada Juni, tetapi kemudian gagal dipertahankan. Trump mengatakan AS kini berfokus pada tekanan ekonomi ketimbang menghidupkan kembali diplomasi, sembari menegaskan bahwa "semua opsi tetap terbuka". Sikap tersebut muncul setelah Washington pada Senin memberlakukan sanksi yang disebut sebagai yang terberat terhadap Iran.

Iran merespons dengan tegas. Seorang pejabat keamanan senior memperingatkan bahwa Teheran akan menargetkan kepentingan militer dan ekonomi AS, termasuk sektor pelayaran, energi, asuransi, dan aset keuangan, apabila Washington meningkatkan eskalasi. Iran juga mengancam memasukkan kapal-kapal yang melanggar aturan transit baru di Selat Hormuz ke dalam daftar hitam.

Di tengah meningkatnya ketegangan, upaya diplomatik masih berlangsung meski kesenjangan antara kedua pihak tetap lebar. Perdana Menteri Qatar melakukan perjalanan ke Teheran pada Kamis untuk berupaya membuka kembali perundingan menjelang enam bulan konflik, sementara Iran dan Oman disebut tengah memfinalisasi pengaturan untuk mengelola Selat Hormuz secara bersama.

Read Entire Article
Prestasi | | | |