loading...
Aktivitas perakitan unit kendaraan Chery di fasilitas PT Handal Indonesia Motor yang saat ini masih menjadi mitra produksi sebelum pabrik mandiri resmi dibangun mulai tahun ini. Foto: ist
JAKARTA - Di tengah spekulasi pasar yang sempat memanas mengenai pengalihan fokus investasi ke Vietnam, PT Chery Sales Indonesia akhirnya memberi kepastian.
Pabrikan raksasa asal China tersebut menegaskan bahwa rencana pembangunan pabrik mandiri di Tanah Air tidak bergeser satu sentimeter pun dari agenda perusahaan, dengan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) dipastikan terlaksana pada 2026 ini.
Langkah ini sekaligus menganulir kekhawatiran bahwa kehadiran fasilitas produksi baru Chery di Vietnam—yang diklaim sebagai yang terbesar di kawasan—akan mendegradasi peran Indonesia.
President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, dalam pertemuannya di Jakarta Utara, Senin (19/1/2026), menjelaskan bahwa strategi rantai pasok global Chery mengadopsi pola diversifikasi yang lazim dilakukan oleh pabrikan Jepang: memiliki banyak basis produksi untuk melayani karakteristik pasar yang berbeda.
Dualisme Strategis: Saling Melengkapi, Bukan Mematikan
"Hub produksi di Indonesia rencananya tidak berubah, kita sedang kerjakan. Tapi bukan berarti kalau kami punya pabrik di Indonesia, lalu tidak perlu pabrik lain," ujar Zheng Shuo tegas.















































