Bedah Tulang Bisa Dilakukan Lbih Presisi dan Minim Cedera dengan Spinal Neuronavigation

1 month ago 37

loading...

dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, MARS, FTB, FINSS. Foto/Annatasya Rizqa

JAKARTA - Bedah tulang belakang adalah tindakan medis yang dilakukan untuk mengatasi berbagai kondisi yang memengaruhi struktur tulang belakang, seperti saraf terjepit, instabilitas tulang belakang, cedera atau kelainan bentuk. Pembedahan menjadi pilihan ketika gejala tidak membaik atau mengancam fungsi saraf.

Seiring pesatnya perkembangan teknologi medis, akurasi dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam tindakan operasi, khususnya pada kasus bedah saraf. Spinal Neuronavigation jadi tekonologi baru yang membantu bedah saraf jadi lebih presisi dan minim cedera.

dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, MARS, FTB, FINSS, menjelaskan teknologi Neuronavigation bekerja layaknya sistem GPS intraoperatif yang memetakan anatomi pasien secara real-time dalam tiga dimensi (3D).

Baca Juga : Mengenal Penyakit Tulang Belakang, Mulai Menyerang Usia 30-an Akibat Duduk Kelamaan

“Teknologi ini memungkinkan dokter "melihat" struktur di balik tulang tanpa harus melakukan pembukaan otot yang lebar,” jelas dr. Dimas dalam keterangan resminya, Kamis (11/12/2025).

Dengan bantuan teknologi neuronavigasi, identifikasi batas tulang menjadi lebih jelas. Teknologi ini membantu menentukan seberapa banyak tulang lamina yang harus diangkat (laminotomi) untuk membebaskan saraf tanpa mengganggu stabilitas tulang belakang.

dr. Dimas menjelaskan drastisnya penurunan risiko cedera iatrogenic hingga pendarahan, karena instrumen bedah dapat dilacak pergerakannya di layar monitor dengan akurasi sub-milimeter.

Read Entire Article
Prestasi | | | |