Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU

1 day ago 16

loading...

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Maarif Denanyar Jombang, Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) bertemu dengan pengurus PWNU dan PCNU se-Bengkulu. Foto/istimewa

JAKARTA - Masyarakat Bengkulu dikenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan dan kebersamaan. Bahkan, prinsip hidup dengan penuh keluhuran itu di diabadikan dalam lirik lagu daerah Bengkulu Selatan, berjudul “Sekundang Setungguan”.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Maarif Denanyar Jombang, Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) di bumi Raflesia. Didampingi masyayikh PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo, Kediri, Gus Salam besilaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-Bengkulu.

Nahdlatul Ulama, ormas Islam terbesar di Indonesia ini telah menyatu di tengah masyarakat Bengkulu selama 63 tahun. Kunjungan diawali dengan bertemu Katib PWNU Bengkulu, KH. Aly Shodiq, kemudian bertemu Rais dan Ketua PWNU Bengkulu, KH. Hasbullah Achmad dan KH. Khairudin Wahid.

Baca juga: Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama

Gus Salam mengungkapkan rasa senang bisa berkunjung ke Bengkulu. Dia ingin merasakan kehangatan bertemu dengan saudara-saudara pengurus NU se-provinsi Bengkulu.

Read Entire Article
Prestasi | | | |