BI Ungkap Kredit Macet UMKM Tembus 5,6%, di Atas NPL Nasional

3 hours ago 5

loading...

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen UMKM. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berada di kisaran 4,5%-5,6%, jauh di atas NPL perbankan nasional yang tercatat 2,09%. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan UMKM.

"Satu hal lagi yang menjadi perhatian adalah NPL-nya atau kredit macetnya, itu berada pada 4,5 sampai 5,6. Padahal kalau nasional itu cuma 2,09%. Jadi itu adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan," kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Diguncang Perang, BI Ramal Ekonomi Global Tumbuh 3% di 2026

Selain tingginya kredit bermasalah, Aida menyoroti pertumbuhan kredit UMKM yang masih relatif rendah dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan. Kredit UMKM tercatat hanya tumbuh 1,62%, sementara pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 13,58%.

Menurut Aida, akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Berdasarkan survei terhadap lebih dari 200 UMKM, kepemilikan kredit pada kuartal I dan kuartal II 2026 masih berada di kisaran 34%-35%, menunjukkan belum banyak pelaku usaha yang memperoleh tambahan pembiayaan perbankan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |