loading...
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menegaskan ancaman paparan mikroplastik dan logam berat seperti timbal terhadap anak Indonesia telah masuk fase darurat dan tidak bisa lagi dianggap isu sepele. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Vita Ervina menegaskan ancaman paparan mikroplastik dan logam berat seperti timbal terhadap anak Indonesia telah masuk fase darurat dan tidak bisa lagi dianggap isu sepele. Peringatan yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia menjadi bukti kuat bahwa paparan zat berbahaya ini sudah terjadi, bahkan sejak bayi dalam kandungan.
Temuan mikroplastik dalam mekonium atau tinja pertama bayi baru lahir menunjukkan bahwa partikel berbahaya tersebut telah ditransfer dari ibu melalui plasenta. Kondisi ini mempertegas ancaman kesehatan tidak lagi datang dari luar semata, tetapi sudah masuk ke sistem biologis manusia sejak fase paling awal kehidupan.
Baca juga: Benarkah Teh Celup Mengandung Mikroplastik? Ini Faktanya!
Dalam berbagai studi global, manusia bahkan diperkirakan dapat terpapar mikroplastik hingga sekitar 15 gram per bulan, sementara satu dari tiga anak di dunia berisiko memiliki kadar timbal dalam darah di atas ambang batas aman.
Vita menilai kondisi ini sebagai ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan. Paparan mikroplastik dan timbal diketahui berdampak langsung pada sistem saraf pusat anak, yang dapat berujung pada penurunan kecerdasan, gangguan perilaku, hingga hambatan tumbuh kembang yang bersifat permanen.

















































