loading...
Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata menghadiri Sosper IX Tahun 2026 tentang Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Adminduk di Kemenangan Tani, Medan Tuntungan. Foto: Sindonews
MEDAN - Ketidaksesuaian kondisi ekonomi warga dengan klasifikasi data desil dapat memengaruhi peluang masyarakat memperoleh bantuan sosial. Persoalan itu menjadi keluhan sejumlah warga Medan Tuntungan yang mengaku berada dalam kategori desil tinggi meski kondisi ekonomi keluarga mereka masih sulit.
Keluhan tersebut disampaikan saat Sosper IX Tahun 2026 tentang Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Adminduk di Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan. Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga itu, anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata turut mendampingi warga mengecek status desil melalui telepon genggam.
Baca juga: Desil Berubah, Apakah KIP Kuliah Otomatis Berhenti? Ini Penjelasannya
Binsar meminta warga yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya untuk mengajukan perbaikan atau sanggahan melalui kelurahan. Dia juga akan menanyakan persoalan tersebut secara langsung kepada pihak BPS.
“Desil saat ini selalu dikeluhkan. Tetapi warga juga harus aktif untuk melakukan pengecekan, yang berpeluang mendapatkan bantuan adalah Desil 1 sampai 4. Permasalahan desil ini akan saya tanyakan langsung kepada pihak BPS,” ujar Binsar, Senin (7/9/26).


















































