Deadlock, Pemilihan Ketum PBNU Dibawa ke Sidang Pleno Muktamar ke-35

6 hours ago 12

loading...

Sidang Komisi Organisasi pada Muktamar ke-35 NU yang digelar secara tertutup belum mencapai titik kesepakatan terkait mekanisme pemilihan ketua umum PBNU. Foto/SindoNews

JOMBANG - Sidang Komisi Organisasi pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar secara tertutup, belum mencapai titik kesepakatan terkait mekanisme pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal ini menyusul adanya perbedaan pandangan dari muktamirin atas mekanisme tersebut.

Wakil Koordinator Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Asrorun Ni'am Soleh mengungkap sebagian muktamirin menginginkan mekanisme pemilihan ketua umum tetap dilakukan secara langsung oleh muktamirin seperti yang selama ini berjalan. Sementara aspirasi lainnya mendorong perubahan mekanisme melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Asrorun Ni’am mengatakan perbedaan pandangan tersebut belum menghasilkan titik temu, sehingga persoalan mekanisme pemilihan akan dibawa ke sidang pleno Muktamar Ke-35 NU.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU: Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Digelar Hari Ini

"Ini nanti akan dibawa ke sidang pleno, ditawarkan. Kalau bisa disepakati, disepakati di forum Muktamar yang diikuti seluruh anggota, muktamirin dari peserta muktamar di sidang plenonya. Kalau tidak, nanti voting-nya ada di situ," kata Asrorun di sela-sela pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |