Distribusi BBM di Selat Hormuz Lumpuh Total, AS Ancam Putus Jaringan Listrik Iran

2 hours ago 7

loading...

Distribusi BBM di Selat Hormuz Lumpuh Total. Foto/viet

TEHERAN - Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengumumkan bahwa ia akan menyerang pembangkit listrik Iran ini jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali dalam 48 jam ke depan.

Pesan ini diposting oleh Bapak Trump di platform media sosial Truth Social pada pukul 19.44 tanggal 21 Maret (pagi tanggal 22 Maret waktuHanoi), menetapkan tenggat waktu yang diperpanjang hingga akhir hari Senin berikutnya.

Dalam unggahannya, Presiden AS menegaskan: "Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam dari waktu tepat ini, AS akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu."

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi Trump. Sebelumnya, ia menyatakan bahwa ia sengaja menghindari menargetkan pembangkit listrik di Teheran karena tindakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan selama bertahun-tahun dan meninggalkan trauma psikologis yang parah pada warga sipil.

Namun, situasi saat ini menjadi mendesak karena Selat Hormuz – salah satu jalur distribusi energi terpenting di planet ini – telah terganggu sejak awal Maret, yang secara langsung mendorong kenaikan harga minyak global. Diperkirakan sekitar 20 juta barel minyak, setara dengan hampir 3,18 miliar liter, diangkut setiap hari melalui jalur air vital ini.

Sebelumnya pada 20 Maret, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran akan menunjukkan "nol pengekangan" jika infrastruktur negara itu diserang.

Angkatan bersenjata Iran juga memperingatkan bahwa jika fasilitas energi mereka menjadi sasaran, semua infrastruktur energi AS di kawasan Timur Tengah juga akan menjadi sasaran pembalasan.

(wbs)

Read Entire Article
Prestasi | | | |