loading...
Fasilitas penyimpanan minyak di Rusia. Foto/sputnik
MOSKOW - Pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur utama untuk memasok minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, telah terhenti secara efektif. Akibatnya, harga bahan bakar naik di sebagian besar negara di penjuru dunia.
CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, yang juga merupakan perwakilan khusus presiden untuk investasi dan kerja sama ekonomi dengan negara asing, memprediksi krisis bahan bakar untuk Uni Eropa dan Inggris dalam dua hingga tiga minggu.
"Seperti yang diprediksi, penjatahan bahan bakar akan segera terjadi di Inggris & Uni Eropa," kata Dmitriev di X. "Krisis akan terlihat jelas di Inggris/Uni Eropa dalam 2-3 minggu. Kenyataan pahit."
Dmitriev juga menyarankan agar warga Eropa mengingat kepemimpinan Uni Eropa di SPBU, tempat harga bahan bakar naik.
"Kenang mereka di [pompa bensin]," kata Dmitriev, sambil mengunggah ulang foto yang menampilkan, antara lain, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas.
Baca juga: Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel di Dimona
(sya)

















































