loading...
Dosen dan mahasiswa Unika Atma Jaya, Jakarta, mendampingi Kelompok Perempuan Pesisir di Bekasi, Jawa Barat. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya, Jakarta, mendampingi Kelompok Perempuan Pesisir di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam pemanfaatan daun mangrove api-api (Avicennia marina) menjadi sabun cuci cair.
Pelatihan membuat sabun cair tersebut didukung dana hibah tahun anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PMB) dan lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Baca juga: Rekrutmen Dosen Tidak Tetap ITB 2026 Diperpanjang, Tersedia 70 Formasi untuk Lulusan S2 dan S3
Sabun cuci merupakan kebutuhan vital ibu-ibu rumah tangga untuk urusan kebersihan perangkat makan dan dapur. Dengan adanya alternatif sabun cair pencuci piring tersebut, ibu-ibu dapat menghemat pengeluaran sabun cuci yang biasanya mereka beli dua hingga tiga kali dalam seminggu di warung-warung terdekat.
Selama ini masyarakat di Desa Pantai Sederhana belum mengetahui manfaat daun mangrove jenis api-api sebagai bahan alami sabun cuci cair. Hal itu diungkapkan Saonah selaku ketua kelompok, “Terus terang baru tahu kalau daun api-api bisa dibuat sabun. Biasanya cuma buahnya dibikin kue klepon,” katanya, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (8/8/2026).


















































