Email Epstein Kaitkannya dengan Strategi Israel-UEA Targetkan Qatar

1 hour ago 5

loading...

Jeffrey Epstein berada di atas kapal. Foto/doj

DOHA - Email yang baru terungkap bertanggal Juli 2017 mengungkapkan Jeffrey Epstein, pelaku perdagangan seks dan telah lama dituduh bertindak atas nama intelijen Israel, melobi agar tekanan politik dan finansial diterapkan terhadap Qatar di puncak krisis diplomatik Teluk. Pertukaran email tersebut, bertanggal 6 Juli 2017.

Email itu memperlihatkan Epstein menuduh Qatar melakukan "pendanaan terorisme," menggambarkan kepemimpinannya sebagai "berbahaya," dan menuntut agar Qatar "menyatakan penentangannya terhadap terorisme dan bukan hanya sekadar mengatakannya."

Ia mengusulkan pembentukan "dana korban" senilai miliaran dolar untuk para penyintas terorisme yang akan dikelola oleh AS, Inggris, dan PBB, sambil menyerukan Qatar untuk berkontribusi secara finansial atau mengakui Israel—dengan keduanya dianggap sebagai ujian ketulusannya dalam menentang terorisme.

Epstein menguraikan strategi kerusakan reputasi dan tekanan finansial, mengusulkan dana yang dikelola Barat yang akan secara publik menguji sikap Qatar terhadap terorisme. Bahasa yang digunakannya mencerminkan upaya Israel-UEA yang lebih luas pada saat itu untuk mengisolasi Qatar atas dukungannya terhadap hak-hak Palestina dan penolakannya menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pesan tersebut dikirim hanya beberapa minggu setelah blokade terhadap Qatar diluncurkan oleh UEA, Arab Saudi, dan Bahrain pada Juni 2017.

Meskipun secara publik digambarkan sebagai penindakan terhadap terorisme dan Ikhwanul Muslimin, blokade tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memaksa Qatar meninggalkan dukungannya terhadap Palestina, menutup Al Jazeera, memutuskan hubungan dengan Iran, dan mengusir pasukan Turki, tuntutan yang selaras langsung dengan prioritas Israel.

Read Entire Article
Prestasi | | | |