Putra Gaddafi Dibunuh, Saif al-Islam Pernah Dianggap Pemimpin Libya Berikutnya

2 hours ago 8

loading...

Saif al-Islam Gaddafi dibunuh di Libya. Foto/yeni safak

TRIPOLI - Saif al-Islam Gaddafi, putra paling terkemuka dari pemimpin Libya yang terbunuh, Muammar Gaddafi, telah tewas di kota Zintan, Libya barat. Saif al-Islam, yang berusia 53 tahun saat terbunuh, adalah putra kedua Gaddafi dan telah menetap di Zintan sejak 2011.

Dia pernah tinggal di penjara, dan kemudian, setelah 2017, sebagai orang bebas, merencanakan kembali ke dunia politik.

Tokoh-tokoh yang dekat dengannya, termasuk penasihat politiknya, Abdullah Othman, dan pengacaranya, Khaled el-Zaydi, mengkonfirmasi kematiannya pada hari Selasa,3 Februari, meskipun keadaan pastinya masih belum jelas.

Sebelum pemberontakan 2011, Saif al-Islam dipandang oleh banyak orang sebagai pewaris takhta ayahnya dan orang kedua paling berpengaruh di Libya.

Ia tetap menjadi tokoh penting di tengah kekerasan yang melanda Libya setelah protes Musim Semi Arab, yang menyebabkan perang saudara. Terdapat banyak tuduhan terhadapnya mengenai penyiksaan dan kekerasan ekstrem terhadap lawan-lawan pemerintahan ayahnya.

Pada Februari 2011, ia masuk dalam daftar sanksi PBB dan dilarang bepergian.

Pada Maret 2011, NATO mulai membombardir Libya setelah PBB mengizinkan "semua tindakan yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari pasukan Gaddafi dalam perang saudara.

Read Entire Article
Prestasi | | | |