loading...
Pengasuh Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shoib menegaskan NU membutuhkan kelembagaan kolektif agar menjadi lembaga yang tangguh. Semacam Majelis Permusyawaratan Syuriah. Foto: Ist
JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shoib menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) membutuhkan kelembagaan kolektif agar menjadi lembaga yang tangguh. Semacam Majelis Permusyawaratan Syuriah.
"Saat ini NU butuh kelembagaan kolektif supaya menjadi lembaga yang tangguh dari berbagai intervensi yang memungkinkan, NU di tarik dalam pusaran kepentingan tertentu. Istilah yang bisa digambarkan dengan mudah adalah semacam Majelis Permusyawaratan Syuriah," ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Gus Salam sapaan akrab KH Abdussalam Shoib, Majelis Permusyawaratan Syuriah terdiri dari sejumlah ulama yang memimpin NU dalam satu periode secara kolektif dan kepemimpinannya ditunjuk bergiliran setiap tahun hingga selesai dalam satu periode lima tahun.
Baca juga: Kiai Imaduddin Banten Dorong Poros Baru Penyelamat NU
"Majelis Syuriah dapat merumuskan kepemimpinan tanfidziyah dalam satu periode yang diputuskan dalam Muktamar NU. Kenapa ide ini menjadi cara pandang baru dalam keberlangsungan kelembagaan NU. Karena NU membutuhkan itu," katanya.
Gus Salam menyatakan ada beberapa keutamaan yang dapat dijadikan fondasi kekokohan keberlangsungan kelembagaan NU dengan format Majelis Permusyawaratan Syuriah.
Pertama, institusi independen, NU akan mempunyai struktur yang mengembalikan fungsi syuriah sebagai supremasi institusi yang lebih independen, bisa memilah antara sikap individu dan sikap kelembagaan.
"Begitu pun dengan kebutuhan keputusan syari’ah keagamaan akan memiliki kekuatan yang legitimate karena manjadi pendapat yang jumhur," tuturnya.
Kedua, kontrol kelembagaan. Majelis Permusyawaratan Syuriah akan lebih memiliki obyektivitas dalam kontrol kelembagaan NU yang dijalankan oleh tanfidziyah.
Ketiga, konsistensi keberlanjutan. Saat ini, perkembangan NU perlu keberlanjutan tatanan di semua sektor. Ada banyak pengembangan ekonomi di berbagai kelembagaan NU yang telah berjalan dengan sangat produktif, ada banyak rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang terus tumbuh, ada banyak lembaga pendidikan dan universitas yang semakin berkembang, ada banyak majelis keagamaan yang menjadi representasi jamaah NU.















































