loading...
Harga minyak dunia menembus level USD100 per barel di tengah kembali memanasnya konflik AS dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. FOTO/iStock Photo
JAKARTA - Harga minyak mentah Brent menembus level USD100 per barel untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan pada Rabu, di tengah kembali memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Kenaikan harga juga dipicu oleh masih terbatasnya aktivitas pelayaran minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
"Investor minyak menyampaikan pandangan mereka mengenai dampak eskalasi terbaru di Timur Tengah dengan cara yang sangat jelas. Mereka memberikan suara melalui dolar mereka, dan suara tersebut menunjukkan bahwa selama Selat Hormuz belum kembali terbuka dan aliran minyak belum pulih tanpa gangguan, pasokan tidak akan mampu memenuhi permintaan dalam waktu dekat," kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga dikutip dari Reuters, Rabu (10/9/2026).
Baca Juga: Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
Kontrak berjangka minyak Brent, yang menjadi patokan harga minyak internasional, naik sekitar 3% hingga menembus USD100 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan harga minyak AS, menguat lebih dari 2% hingga melampaui USD95 per barel.
Konflik di Timur Tengah yang telah memasuki bulan ketujuh terus menghambat arus produk energi dari kawasan Teluk Persia. Ketegangan AS dan Iran kembali meningkat dalam dua pekan terakhir setelah kedua negara sebelumnya menjalani sekitar satu bulan perundingan yang sempat meredakan situasi.


















































