Hilirisasi Mineral Tak Cukup, Indonesia Harus Kuasai Teknologi

1 day ago 42

loading...

Hilirisasi mineral menjadi salah satu strategi utama pemerintah Indonesia untuk meningkatkan tambah nilai sumber daya alam. Foto: Istimewa

JAKARTA - Di tengah momentum Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, agenda hilirisasi mineral kembali menemukan relevansinya. Kekayaan mineral yang dimiliki Indonesia tidak lagi cukup hanya diolah menjadi bahan baku. Nilainya baru akan terasa lebih besar ketika mineral tersebut mampu dikembangkan menjadi material maju dan produk teknologi bernilai tinggi, sehingga bisa meningkatkan kapabilitas industri, lapangan kerja berkualitas, serta kemandirian teknologi.

Hal ini ditegaskan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Is Prima Nanda. Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi ketersediaan sumber daya mineral, melainkan kemampuan membangun rantai nilai terintegrasi dari pemurnian, rekayasa material, hingga manufaktur.

“Untuk naik ke produk teknologi bernilai tinggi, Indonesia perlu menguasai teknologi pemurnian, rekayasa material, desain produk, hingga proses manufakturnya. Tantangannya adalah membangun kapabilitas teknologi nasional secara utuh, bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi,” kata Prima, Senin (10/8).

Baca Juga : Seskab Teddy Bertemu Haji Isam, Bahas Investasi hingga Hilirisasi

Prima Nanda menyebut material merupakan fondasi dari hampir seluruh teknologi. Mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, timah hingga mineral kritis lainnya, kata dia, baru akan memberikan nilai tambah lebih besar apabila dapat direkayasa menjadi material dengan karakteristik dan performa tertentu.

Read Entire Article
Prestasi | | | |