loading...
Kapal-kapal dari Seluruh Dunia Kini Mengisi Bahan Bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Mauritius. FOTO/AP
PORT LOUIS - Negara kepulauan Mauritius kini menjadi lokasi pengisian bahan bakar yang semakin populer bagi kapal kargo komersial yang menghindari kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut. Perubahan rute pelayaran global ini terjadi seiring meningkatnya risiko keamanan yang memaksa operator kapal mencari jalur alternatif yang lebih aman di sepanjang Samudra Hindia.
"Bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi aktivitas sejumlah operator bunker, bisa saja muncul kendala dalam pasokan bahan bakar," ujar Juru Bicara Mauritius Ports Authority dikutip dari Bloomberg Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: AS Klaim 2 Kapal Perangnya Lewati Selat Hormuz, tapi Disangkal Iran
Berdasarkan data MPA, aktivitas pengisian bahan bakar atau bunkering di Pelabuhan Port Louis melonjak signifikan menjadi 294 kapal pada Maret 2026, naik 42% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 207 kapal. Peningkatan ini juga diikuti oleh volume bahan bakar yang disalurkan, yakni mencapai 109.708 ton dari angka sebelumnya sebesar 69.680 ton pada periode yang sama.


















































