loading...
Di tengah ketatnya persaingan dengan pabrikan China, Honda memperkuat basisnya dengan mengumpulkan 37 komunitas dalam ajang Honda Culture Indonesia Vol.2 akhir pekan ini di CIBIS Park. Foto: HPM
JAKARTA - Pasar otomotif Indonesia kini kian sesak oleh gempuran pabrikan baru, terutama dari China, yang agresif menawarkan teknologi canggih dengan harga kompetitif.
Di tengah persaingan ketat ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) memilih strategi berbeda untuk mempertahankan dominasinya: memperkuat "akar rumput".
Alih-alih hanya fokus pada perang harga, Honda justru mengonsolidasikan basis penggemar setianya melalui ajang komunitas masif. Akhir pekan ini, pada 15–16 November 2025, HPM menggelar acara puncak Honda Culture Indonesia Vol.2 di CIBIS Park, Jakarta.
Perang Emosi Melawan Perang Harga

Langkah ini dapat dibaca sebagai strategi defensif sekaligus ofensif. Di saat kompetitor baru fokus merebut konsumen dengan spesifikasi dan harga, Honda memanfaatkan aset terbesarnya: loyalitas dan warisan (heritage) yang telah dibangun puluhan tahun.
Acara yang mengusung tema "Menyala Sepanjang Masa" ini bukan sekadar ajang kumpul biasa. Ini adalah puncak dari roadshow yang telah menyapa lebih dari sepuluh kota di Indonesia. Honda secara sadar "merawat" ekosistemnya yang diklaim terdiri dari 37 komunitas resmi, dengan lebih dari 100 chapter (cabang) dan total 50.000 anggota terdaftar di seluruh Indonesia.















































