loading...
Pemerintah berkomitmen memangkas ketergantungan terhadap material impor dengan mengoptimalkan penggunaan aspal buton. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen memangkas ketergantungan terhadap material impor dengan mengoptimalkan penggunaan aspal buton (asbuton) sebagai bahan baku utama konstruksi jalan nasional mulai tahun 2026. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp4,08 triliun per tahun sekaligus meningkatkan penerimaan pajak domestik sebesar Rp1,6 triliun.
"Kalau dibandingkan dengan impor selalu mudah dan harus diakui karena mudah, hari ini Presiden komitmen baru bagaimana harus lebih memanfaatkan apa yang kita punya untuk kemakmuran rakyat," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Melihat Suasana Gedung DPR di Tengah Efisiensi
Menteri Dody memaparkan bahwa saat ini pasar aspal dalam negeri masih didominasi oleh produk impor yang mencapai 78 persen dari total kebutuhan. Sebaliknya, pemanfaatan aspal Buton baru menyentuh angka 4 persen, sementara sisanya dipenuhi oleh aspal minyak lokal sekitar 18 persen.


















































