Israel Negosiasi Kesepakatan Gas dengan Suriah setelah Setujui Rp585 Triliun dengan Mesir

1 month ago 28

loading...

Uni Eropa menandatangani kesepakatan gas dengan Israel dan Mesir. Foto/euractiv.com

TEL AVIV - Sehari setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan persetujuan kesepakatan gas alam besar dengan Mesir, Channel 14 Israel mengungkapkan Tel Aviv juga sedang bernegosiasi kesepakatan gas dengan Suriah.

Saluran tersebut mengutip komentator politik Yaakov Bardugo yang mengatakan jika kesepakatan tersebut ditandatangani, itu akan melibatkan Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, dan presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.

Menurut Bardugo, tuntutan Israel termasuk demiliterisasi Suriah, serta kesepakatan diplomatik, politik, dan keamanan, kata laporan itu.

“Demiliterisasi sebagian besar wilayah yang disebut perbatasan Suriah-Israel, demiliterisasi besar-besaran, jelas bisa menjadi syarat yang tepat untuk negosiasi semacam itu,” ujar Bardugo.

Dia menjelaskan, “Mulai saat ini, aturan main berubah. Kita menghadapi perubahan dramatis dan kuat di Timur Tengah.”

Kesepakatan dengan Mesir Terbesar dalam Sejarah Israel

Netanyahu mengumumkan pada Rabu malam persetujuan kesepakatan gas alam besar dengan Mesir senilai 112 miliar shekel (sekitar USD35 miliar).

“Kesepakatan ini bernilai 112 miliar shekel, kesepakatan gas terbesar dalam sejarah Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi bersama Menteri Energi Eli Cohen, menurut harian Yedioth Ahronoth, yang dikutip kantor berita Anadolu.

“Kesepakatan dengan perusahaan Amerika Chevron disetujui setelah saya mengamankan kepentingan keamanan vital kita,” tambahnya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |