loading...
IDAI menerbitkan sejumlah rekomendasi strategis untuk menjaga kesehatan anak di tengah karhutla. Foto/BPBD Kabupaten Bulungan.
JAKARTA - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tengah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kalimantan tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan kabut asap.
Menanggapi kondisi darurat ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan sejumlah rekomendasi langkah strategis untuk melindungi kesehatan fisik dan tumbuh kembang anak dari bahaya polusi udara yang ekstrem.
Baca juga: Inovasi AI Bantu Prediksi Risiko Karhutla di Kalbar hingga 24 Bulan
Rekomendasi tersebut diunggah langsung oleh IDAI dalam unggahan di akun instagram resminya. Dalam unggahan itu, mereka memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh masyarakat guna menjaga dan melindungi kesehatan anak-anak di tengah kabut asap akibat dampak Karhutla yang tengah merebak di masyarakat.
Langkah utama yang paling krusial untuk dilakukan orang tua adalah meminimalkan interaksi anak secara langsung dengan udara luar. Selama masa krisis kabut asap, anak-anak disarankan untuk tetap beraktivitas di dalam rumah dengan memastikan seluruh pintu dan jendela tertutup rapat.
Penggunaan pendingin ruangan dengan mode sirkulasi udara tertutup serta pengoperasian pemurni udara atau air purifier sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas udara di dalam hunian. Selain itu, segala bentuk aktivitas di luar ruangan maupun kegiatan rumah tangga yang berpotensi menambah polusi udara indoor harus dihentikan sementara.

















































