loading...
Jake Lang, tokoh sayap kanan AS yang terkenal anti-Islam, telah merobek salinan Al-Quran di dalam sebuah gereja di New York. Foto/Roya News
WASHINGTON - Jake Lang, pria yang terlibat kerusuhan di Gedung US Capitol pada 6 Januari 2021 dan telah mendapat pengampunan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, telah merobek salinan Al-Qur'an. Aksi itu terjadi di sebuah gereja di Harlem, New York, pada Sabtu pekan lalu.
Jake Lang dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang Islamofobik. Tindakannya yang merobek salinan kitab suci itu merupakan aksi anti-Islam terbarunya, sebagaimana dikutip Roya News, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Politisi AS Bakar Al-Qur'an, Sesumbar Ingin Akhiri Islam di Texas
Berbicara di hadapan banyak orang di ATLAH World Ministries milik Pastor James Manning di Harlem, Lang—yang menjalani hukuman penjara selama empat tahun sebelum mendapat pengampunan presiden dari Trump—menyebut kitab suci umat Islam tersebut sebagai “sebuah buku yang diterjemahkan oleh setan melalui seorang panglima perang.”
Dia kemudian menuntut umat Muslim untuk keluar dari kotanya, sembari menggunakan kata-kata kasar dan hinaan rasial dalam pidatonya.
Sebagian orang di dalam gereja bersorak mendukung tindakannya. Namun, kelompok hak-hak sipil dan para pengkritik mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kebencian dan Islamofobia.


















































