loading...
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sonny T. Danaparamita menyoroti krisis kemacetan horor yang melumpuhkan jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, hingga awal April 2026. Foto: dpr.go.id
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sonny T. Danaparamita menyoroti krisis kemacetan horor yang melumpuhkan jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, hingga awal April 2026. Dia mengkritisi manajemen logistik nasional dan infrastruktur penyeberangan.
Dia menilai kemacetan yang mengular hingga belasan kilometer itu tidak hanya menghentikan roda transportasi, tetapi juga mulai mencekik sektor pangan dan ekonomi rakyat di wilayah Jawa, Bali, hingga NTB. Sebagai legislator yang membidangi Pertanian, Kelautan, dan Perikanan, Sonny memperingatkan bahwa kemacetan ini telah bertransformasi menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan.
Menurutnya, kerugian materiil yang diderita petani dan peternak bisa mencapai angka miliaran rupiah. "Ini bukan sekadar masalah lalu lintas. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak-hak ekonomi rakyat," tegas Sonny, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: DPR Dorong Pemerintah Bangun Akses Laut Baru Urai Kemacetan ke Bali
Dia mengungkapkan dampak sistemik yang terjadi di lapangan. Saat ini, petani menanggung kerugian karena produk hortikultura (sayur dan buah) dari Jawa Timur membusuk di atas truk akibat antrean yang lama.


















































