Jangan Kalap Saat Lebaran, Ini Dampak Makan Berlebihan Menurut Ahli Gizi UI

2 hours ago 5

loading...

Bagi sebagian orang, Lebaran dianggap sebagai waktu untuk membalas keinginan makan setelah sebulan berpuasa. Foto/Freepik.

JAKARTA - Bagi sebagian orang, Lebaran dianggap sebagai waktu untuk “membalas” keinginan makan setelah sebulan berpuasa.
Tanpa disadari, porsi makan menjadi jauh lebih banyak dari biasanya, terlebih ketika hidangan yang tersedia cenderung tinggi lemak, gula, dan kalori.

Menurut Guru Besar Departemen Gizi UI, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran jika tidak dikendalikan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Konsumsi makanan berlemak dan bersantan dalam jumlah besar membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti perut kembung, mual, sakit perut, hingga diare atau sembelit.

Baca juga: Hati-Hati! Makan Berlebihan Saat Lebaran Bisa Picu Stroke, Ini Tips dari Ahli Gizi IPB

“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Prof. Sandra, melalui siaran pers, Jumat (20/3/2026).

Ia menambahkan, kue kering dan minuman manis yang dikonsumsi berlebihan juga dapat memicu lonjakan gula darah, terutama berbahaya bagi penderita atau orang yang berisiko diabetes.

Read Entire Article
Prestasi | | | |