loading...
Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, wacana arah kepemimpinan kembali menjadi perhatian. Foto/SindoNews
JAKARTA - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, wacana arah kepemimpinan kembali menjadi perhatian. Pasal,organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut tengah menghadapi dinamika kepemimpinan.
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka Ahmad Imron atau Gus Imron, mengangkat kembali pesan klasik pendiri NU, KH Bisri Syansuri atau Mbah Bisri. Menurut Gus Imron, kondisi NU saat ini menuntut refleksi mendalam dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para muassis.
Anggota DPRD Provinsi Banten ini menilai, tiga pesan Mbah Bisri bukan sekadar nasihat, tetapi dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab dinamika kepemimpinan NU hari ini.
“Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU, saya menyebutnya sebagai triple problem solving. Tiga pesan Mbah Bisri ini masih sangat relevan,” ujar Gus Imron, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Nahdlatul Ulama Bukan Komoditas! Muktamar NU Harus Bersih dari Mainan Aktor Politik


















































