Selama 100 hari kerja, Sherly dan Sarbin membawa Provinsi Maluku Utara dalam wajah baru. Berbagai perubahan dilakukan oleh Sherly dan wakilnya untuk membangun Provinsi Maluku Utara yang lebih baik.
- Pemberian Dana BOSDA-Beasiswa
Pemprov Malut, di bawah kepemimpinan Sherly Tjoan, mencabut seluruh pungutan uang komite bagi SMA, SMK, dan SLB Negeri. Ia juga mengalokasikan anggaran Rp 34 miliar untuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Kesungguhannya dalam dunia pendidikan dia wujudkan dengan mengalokasikan dana APBD Rp 63,3 miliar untuk merenovasi sebanyak 118 SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara, melalui Dinas Pendidikan. "Karena Kami percaya, di balik seragam sederhana dan langkah kecil menuju sekolah hari ini, sedang tumbuh pemimpin besar Maluku Utara masa depan," ucapnya.
Sherly juga menghapuskan biaya uang komite sekolah. Ia menggratiskan uang komite dan ijazah kepada SMA, SMK, dan SLB. Sebanyak 2.330 ijazah yang ditahan sekolah ia kembalikan kepada para siswa.
- Peningkatan Rumah Sakit-Jamkses Gratis
Gebrakan lainnya yang dibuat oleh Sherly adalah dengan melaksanakan proyek pembangunan dua rumah sakit, yakni di Bobong, Pulau Talibu dan Maba, Halmahera Utara. Tak menunggu lama, Sherly melakukan peletakan batu pertama pembangunan peningkatan kelas RSUD Bobong dan RSUD Maba dari tipe D ke tipe C.
- Penanganan Jembatan Putus-Reaktivasi Pelabuhan Sofifi
Sebagai kepala daerah, Sherly juga bergerak cepat merespons bencana yang memutuskan jembatan di Halmahera Utara dan Halmahera Barat, pada 24-25 April 2025 lalu. Pemprov Malut langsung mengalokasikan total Rp 7,3 miliar dari dana BTT untuk penanganan darurat renovasi jembatan.
- 10 Ha Lahan Sekolah Rakyat
Untuk mendukung program pemerintah, Pemprov Maluku juga mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat. Pemprov Maluku menyediakan 10 hektare lahan untuk Sekolah Rakyat.
Konsep Sekolah Rakyat yang merupakan program Kementerian Sekolah, di mana satu sekolah berisi 1.000 anak SD, SMP, dan SMA yang masing-masing 300 siswa. Sekolah Rakyat dengan konsep boarding house di mana anak-anak sekolah, tinggal, dan makan di sekolah tersebut.
- JKK bagi Nelayan hingga Buruh
Pemrov Malut juga memberikan jaminan kecelakaan kerja (JKK) bagi nelayan, buruh, hingga pedagang. Manfaat JKK ini adalah perawatan dan pengobatan tanpa batas biasa di fasilitas kesehatan rujukan BPJS Tenaga Kerja (TK).
Manfaat JKK ini memberikan perlindungan bagi nelayan dari mulai melaut sampai ia pulang bekerja. Tak hanya itu juga, Pemprov Malut juta memberikan beasiswa bagi 2 anak jika peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

















































