Kemendikdasmen Revitalisasi 114 SLB, Akses Pendidikan Murid Difabel Diperkuat

4 hours ago 14

loading...

Mendikdasmen Abdul Muti saat MoU revitalisasi SLB tahun 2026 serta peresmian sekolah hasil revitalisasi tahun 2025 di Yogyakarta. Foto/Kemendikdasmen.

JAKARTA - Pendidikan inklusif merupakan kebutuhan mendesak bagi lebih dari 160 ribu anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Kemendikdasmen pun mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan khusus melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Langkah nyata ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) tahun 2026 serta peresmian sekolah hasil revitalisasi tahun 2025 yang dipusatkan di SLB Tunas Bakti, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat yang Terpilih Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026

PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan ditujukan langsung untuk menyelesaikan persoalan krusial di tingkat lapangan, khususnya pada fasilitas pendidikan khusus yang mengalami kerusakan fisik maupun keterbatasan sarana penunjang.

Di SLB Tunas Bakti, yang mengasuh 83 murid dari empat kecamatan dengan dukungan 14 guru dan satu kepala sekolah, fasilitas belajar sebelumnya menghadapi kendala serius.

Kondisi seperti atap ruang kelas yang mengalami kebocoran saat hujan, dinding bangunan yang kusam dan kotor, serta terbatasnya ruang praktikum keterampilan dinilai mengganggu kenyamanan, konsentrasi, serta keselamatan belajar anak-anak berkebutuhan khusus.

Read Entire Article
Prestasi | | | |