Kemenkeu Bicara Nasib Utang Whoosh usai Pencopotan Purbaya, Dibebankan APBN?

3 hours ago 5

loading...

Kemenkeu mengungkapkan perkembangan terbaru proses pengalihan saham dan kewajiban utang proyek Whoosh. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan perkembangan terbaru proses pengalihan saham dan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) kepada pemerintah. Kemenkeu memastikan skema pengalihan yang tengah difinalisasi tersebut tidak akan melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan telah dibahas secara detil, tentunya ini diharapkan tidak melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Purbaya Dicopot, Suahasil: Saya Ditelepon Tadi Pagi untuk Pelantikan

Evita menjelaskan proses pengalihan tersebut masih memerlukan pemetaan sejumlah aspek agar dapat dilaksanakan secara terencana dan tidak mengganggu operasional proyek Whoosh. Aspek yang dikaji mencakup kondisi finansial, bisnis, operasional, hingga aspek hukum.

"Kita saat ini juga supaya pengalihan nanti berjalan dengan terencana, tepat dan juga bisa operasional, tentu diperlukan untuk pemetaan beberapa aspek antara lain finansial, aspek bisnis, operasional, dan tentu hukumnya," ujarnya.

Kemenkeu saat ini juga melakukan uji tuntas (due diligence) dan penilaian (valuation) terhadap nilai saham PSBI yang akan dialihkan kepada pemerintah. Bersamaan dengan itu, pemerintah tengah menyiapkan landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) untuk mendukung proses pengalihan tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |