Ketika Hutan Membuka Tabir Gaibnya di Hadapan Panji

2 hours ago 3

loading...

Bagi Panji, hutan bukan sekadar ruang petualangan, melainkan wilayah hidup yang memiliki kesadaran dan aturan sendiri. Foto/MNC Media.

JAKARTA - Bagi Panji, hutan bukan sekadar ruang petualangan, melainkan wilayah hidup yang memiliki kesadaran dan aturan sendiri. Sejak kecil, ia terbiasa menyusuri rimba dan merasakan bahwa ada energi lain yang turut mengawasi setiap langkah manusia.

Dalam Bisik Gaib, Panji mengungkap bahwa semakin lama seseorang berada di hutan, semakin tipis batas antara yang kasat mata dan yang tersembunyi. Tidak semua orang bisa melihatnya, namun ada saat-saat tertentu ketika alam “membuka diri”.

Baca juga: Pelet Alami dan Ilmu Pengasihan, Penjelasan Ki Reman di Bisikan Gaib

Salah satu fenomena yang paling sering ia alami adalah pertemuan dengan makhluk menyerupai manusia, namun jelas bukan manusia. Di beberapa wilayah Sumatera, Panji kerap berpapasan dengan sosok yang hidup layaknya warga desa, mencari kayu, menggembala ternak, hingga beraktivitas seperti manusia biasa.

Namun saat diperhatikan lebih dekat, ada sesuatu yang janggal yaitu, wajah yang tidak simetris dan bibir tanpa lekukan alami. Itulah yang kemudian dikenal sebagai bunian, penghuni alam lain yang kerap menyamar dalam keseharian.

Read Entire Article
Prestasi | | | |