loading...
Layar gawai menampilkan pahlawan film bersiap bertarung dalam video berdurasi 15 detik ini menjadi pemicu ketegangan baru antara raksasa teknologi asal China, ByteDance, dengan industri perfilman Hollywood. Foto: ChatGPT
HOLLYWOOD - Kehadiran generator video berbasis kecerdasan buatan, Seedance 2.0, memicu kemarahan kolektif di Hollywood setelah alat tersebut dituduh memfasilitasi pelanggaran hak cipta secara masif melalui penggunaan tanpa izin karakter ikonik dan kemiripan aktor ternama.
Industri hiburan global kini tengah menghadapi ancaman eksistensial yang datang lewat baris-baris perintah teks digital.
ByteDance, raksasa teknologi di balik aplikasi TikTok, resmi meluncurkan Seedance 2.0 pada pertengahan Februari 2026.
Meski saat ini baru tersedia untuk pengguna aplikasi Jianying di China dan segera menyusul di CapCut secara global, dampaknya telah mengguncang pusat perfilman dunia.
Seedance 2.0 menawarkan realisme yang luar biasa dalam menghasilkan video berdurasi 15 detik hanya dari perintah teks singkat.
Namun, kemudahan ini dibayar mahal dengan maraknya konten yang menampilkan tokoh populer dan kekayaan intelektual milik studio besar tanpa izin.
Ketegangan ini memuncak ketika sebuah video yang memperlihatkan aktor Tom Cruise bertarung melawan Brad Pitt viral, yang memancing respons getir dari penulis skenario Deadpool, Rhett Reese, yang menyebut fenomena ini sebagai akhir bagi para kreator manusia.
Pelanggaran dan Reaksi Studio Besar
Platform Seedance 2.0 diduga menggunakan perpustakaan konten "bajakan" untuk melatih model AI mereka.


















































