loading...
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 di Jakarta Timur kini jago desain grafis. Padahal saat masuk sekolah 6 bulan lalu belum pernah menyentuh laptop. Foto/Binti Mufarida
SEBUAH sudut di Jakarta Timur, belasan anak duduk rapi di depan laptop. Jari-jemari mereka lincah menggerakkan kursor, membentuk pola warna, garis, dan tipografi. Enam bulan lalu, sebagian besar dari mereka bahkan belum pernah menyentuh laptop.
Inilah Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 di Jakarta Timur (Jaktim), tempat anak-anak dari keluarga prasejahtera menjalani pendidikan berasrama yang menekankan kedisiplinan, kesehatan, dan kemampuan digital.
Baca juga: Pemerintah Buka Jalur Afirmasi ke Perguruan Tinggi untuk Lulusan Sekolah Rakyat
Guru besar transformasi itu adalah kepala sekolah mereka, Regut Sutrasto yang sejak awal mendampingi murid-murid Sekolah Rakyat.
"Anak-anak sudah terbiasa menggunakan laptop… salah satunya ini adalah dengan pemanfaatan teknologi digital, dan anak-anak sudah mulai belajar dengan mata pelajaran desain grafis. Dan ini adalah muatan lokal kami untuk membedakan. Ini adalah keunggulan dari kami," kata Regut dalam keterangannya, dikutip Jumat (12/12/2025).
Tantangan awal bukan main. Hampir seluruh siswa datang dari kondisi ekonomi sulit, beberapa bahkan berada di ambang putus sekolah. Kemampuan akademik mereka beragam, nyaris tidak ada yang pernah belajar komputer sebelumnya.















































