Kisruh Penyebab Desil Berubah, Mensos: Ada 12 Juta Data Baru dari BKKBN Belum Terverifikasi

3 hours ago 4

loading...

Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap kisruh penyebab perubahan desil pada DTSEN. Ini dikarenakan ada 12 juta data baru dari BKKBN yang belum melalui proses verifikasi dan validasi. Foto: Binti Mufarida

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap kisruh penyebab perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini dikarenakan ada 12 juta data baru dari BKKBN yang belum melalui proses verifikasi dan validasi.

Perubahan desil yang sempat terjadi secara signifikan pada DTSEN Volume 3 itu kini telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga: DPR Soroti Anomali Desil, Minta Data Kesejahteraan Segera Dievaluasi

Pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran DTSEN untuk meningkatkan akurasi data. Pemutakhiran dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk bersama pemerintah daerah.

“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi sehingga loncat-loncat. Nah, sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi, dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan data ini makin akurat,” ujar Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.

Perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Penyaluran bantuan tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran.

“Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan, itu tidak otomatis (bansos) hilang karena kita belum menyalurkan. Sementara untuk PBI setiap bulan sekali,” ucapnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |