Ledakan Biaya Energi, Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana

1 hour ago 3

loading...

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/dok.SindoNews

LONDON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai Inggris berada di ambang krisis akibat tingginya biaya energi, kebijakan net zero, dan dampak migrasi massal. Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika hubungan AS dan Inggris kembali menghadapi ketegangan akibat perbedaan pandangan mengenai sejumlah kebijakan domestik dan luar negeri.

"Negara Anda sedang dalam masalah. Anda berada di ambang bencana," kata Trump dalam wawancara dengan GB News, dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Trump Murka dengan Laporan AS Kekurangan Amunisi di Tengah Perang Iran: 'Sampah Pengkhianat!'

Trump mengatakan Inggris menghadapi persoalan serius terkait imigrasi dan energi. Menurut dia, biaya energi di Inggris saat ini mencapai tiga hingga empat kali lipat dari tingkat yang semestinya.

Trump yang selama ini menyebut perubahan iklim sebagai sebuah kebohongan juga kembali mengkritik peralihan Inggris dari bahan bakar fosil. Ia berulang kali mendesak pemerintah Inggris untuk memanfaatkan cadangan minyak dan gas di Laut Utara guna memenuhi kebutuhan energi domestik.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham sedang mempertimbangkan pemberian izin bagi dua proyek besar di Laut Utara. Pemerintah Burnham menyatakan akan mengambil pendekatan pragmatis dalam transisi energi, namun tetap mempertahankan komitmen untuk meningkatkan penggunaan sumber energi bersih dalam pembangkitan listrik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |