KRI Sriwijaya Diprioritaskan untuk Operasi Militer Selain Perang, KSAL: Indonesia Banyak Bencana Alam

2 hours ago 3

loading...

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dikawan saat akan bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). Foto/Isra Triansyah

JAKARTA - Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang akan berubah nama menjadi KRI Sriwijaya seusai dihibahkan pemerintah Italia, bakal diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Indonesia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL ) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, Indonesia membutuhkan platform yang mampu membawa banyak helikopter untuk mendukung penanganan bencana alam dan distribusi logistik ke wilayah terpencil.

"Kemudian kapal ini juga nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP atau Operasi Militer Selain Perang. Namun juga bisa digunakan untuk kepentingan militer, untuk perang. Tapi kita fokuskan terutama untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam ya," kata Ali di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, keberadaan kapal induk tersebut akan memperkuat kemampuan TNI AL dalam mengirim bantuan ke daerah terdampak bencana, terutama wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Jadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026

"Jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter, karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak di-drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil pun dengan helikopter bisa di-drop," ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |