loading...
Masyarakat adat di Papua menyerukan agar semua pihak termasuk pemerintah, berkomitmen melindungi hutan-hutan di Bumi Cendrawasih. Foto: Istimewa
JAKARTA - Masyarakat adat di Papua menyerukan agar semua pihak termasuk pemerintah, berkomitmen melindungi hutan-hutan di Bumi Cendrawasih. Bagi masyarakat adat, hutan adalah sumber penghidupan yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Hal itu disuarakan oleh Marice Sianggo, tokoh perempuan adat dari sub-suku Nakna, Distrik Konda, Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, saat hadir di Pesta Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Dalam diskusi bertajuk “Suara Perempuan Adat, Masa Depan Hutan Papua dari Cerita ke Kemungkinan: Meliput Papua secara Konstruktif”, Marice menceritakan pentingnya menjaga hutan adat di sana.
Baca juga: AMSI Ungkap Fenomena AI Crawler Jadi Tekanan Baru Industri Media
“Hutan itu masih utuh. Kehidupan sehari-hari ada di hutan, susah senang itu di hutan. Jadi kami ini punya hutan kami jaga baik. Ada tempat keramat, ada tempat sejarah, itu semua ada. Jadi kami jaga hutan itu. Karena kami punya hutan adat,” kata Marice.
Dia menyebut hutan sebagai mama. Sebab segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, ada di hutan. “Itu mama ada sagu, bawa pulang makan. Mama cari ikan, mama jalan ke hutan itu semua ada. Hutan itu yang melindungi mama. Kalau kami punya hutan rusak, berarti kami juga manusia rusak,” imbuhnya.








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503034/original/094999600_1771073237-expressive-young-girl-posing.jpg)









































