loading...
Para demonstran berkumpul di dekat Central Park sebelum berarak melalui Manhattan dan melewati Times Square selama protes No Kings ketiga di New York, Amerika Serikat, pada 28 Maret 2026. Foto/Selçuk Acar/Anadolu Agency
WASHINGTON - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menginginkan perang melawan Iran diakhiri dengan cepat dan sangat menentang pengiriman pasukan darat, menurut tiga jajak pendapat utama. Hasil survei itu dirilis saat serangan AS-Israel memasuki bulan kedua.
Reuters/Ipsos menemukan 66% warga Amerika mendukung pengakhiran perang yang dipercepat, bahkan jika tujuan tidak sepenuhnya tercapai.
Adapun survei Economist/YouGov menempatkan penentangan keseluruhan terhadap perang pada 59%, dengan 28% mendukung. Jajak pendapat AP-NORC menemukan 60% percaya aksi militer AS telah melampaui batas.
Penentangan terhadap pengerahan pasukan darat bahkan lebih menonjol. Di ketiga jajak pendapat tersebut, antara 62% dan 76% responden menentang pengiriman tentara Amerika ke Iran, dengan 86% dalam survei Ipsos menyatakan kekhawatiran tentang risiko terhadap nyawa militer.
Kecemasan ekonomi adalah kekuatan pendorong di balik kelelahan perang. Sekitar 67% responden AP-NORC menilai pencegahan kenaikan harga gas sebagai prioritas, lebih dari dua kali lipat persentase yang memprioritaskan perubahan rezim di Iran, yaitu 33%.


















































