Membayar Tagihan Listrik dengan Sampah

1 week ago 27

loading...

Tulus Abadi. Foto/Dok SindoNews

Tulus Abadi
Pegiat Perlindungan Konsumen, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI)

KEDENGARANNYA anomali, bahkan absurd, bayar tagihan listrik kok dengan sampah. Mana mungkin? Tetapi itulah faktanya, konsumen bisa membayar tagihan listrik (hanya) dengan sampah.

Aksi nan positif plus inovatif ini dilakukan oleh PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, sebagai bentuk TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), atau dalam bahasa populer adalah aksi CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.

Dalam aksi ini, masyarakat diminta memilah sampah organik dan sampah unorganik. Sampah organik dijadikan kompos dulu, ditimbang, lalu dikumpulkan dan ketika sudah cukup banyak dibeli oleh PLN untuk pengurangan pembayaran tagihan listrik. Program ini digagas oleh General Manager PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Noer Soeratmoko.

Program bayar listrik pakai sampah mengantongi beberapa aspek positif dan inovatif, baik dari ekonomi, sosial, bahkan lingkungan. Dari sisi ekonomi hal ini merupakan wujud sirkular ekonomi, yakni untuk pencegahan pencemaran dengan menjaga nilai guna bahan dan produk melalui pengurangan, guna ulang, dan daur ulang.

Dari sisi sosial, program bayar listrik pakai sampah merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat, untuk lebih care dengan persoalan lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan. Dan endingnya adalah kebermanfaatan dari sisi lingkungan.

Sampah kini menjadi problem lingkungan yang sangat serius, karena menghasilkan emisi gas karbon. Contoh yang paling miris adalah TPA Bantar Gebang, di Bekasi, yang konon menghasilkan gas metana terbesar kedua di dunia. Dan berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar area TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah.

Read Entire Article
Prestasi | | | |