loading...
Salah satu lukisan di Pameran Lukisan Kaligrafi dan Abstrak: Merepih Warna Menyapa Kalbu. Foto: Istimewa
JAKARTA - Pameran Lukisan Kaligrafi dan Abstrak: Merepih Warna Menyapa Kalbu akan digelar dengan menyitir ungkapan ahli tassawuf dari ucapan Jallaludin Rumi, bahwa sesungguhnya tak ada keberbedaan dalam menyikapi semesta Ketuhanan.
Pameran yang diselenggarakan oleh HAKISFI (Hasanah Lukis Kaligrafi) rencananya akan dibuka oleh art enthusiast Dr.Ichsanudin Noorsy, S.H, M.Si di Sancaya Art Space, Belleveu Mall, Jl.Merawan No.23, Pangkalan Jati, Cinere Depok pada Sabtu, 19 September 2026.
Dalam teks yang tertera di dinding art space, yang bertajuk Islam Yang Satu Dalam Kemajemukan Ekspresi Ketuhanan, Bambang Asrini, seorang penulis seni menyatakan bahwa keberbedaan dalam menyikapi semesta Ketuhanan bisa saling memahami.
“Bukan sebab berbicara dengan (ekspresi seni) visualisasi artistik kaligrafi yang sama, sebab mereka satu dan lainnya sangat membeda dan kaya tafsir. Tapi, mereka saling berbagi perasaan Ketuhahan yang sama’, ujarnya dalam satu kesempatan.
Seni Islam dan kaligrafi adalah hasil kreativitas manusia yang mempesona inderawi, yang kelak mendekatkan diri kita pada dzat-Nya. Pada eksibisi seni Islam ini kita menikmati partisipasi lebih dari tiga puluhan pelukis, yang menyatukan kekayaan imajinasi tentang Islam dalam nilai-nilai ekspresi-ekspresi sakralnya.
Baca Juga : Momen Anies Tanda Tangani Lukisan Karya Pelajar SMA saat Open House Lebaran


















































