loading...
Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) atau The Fed secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Foto/Dok
JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) atau The Fed secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Langkah berani ini diambil untuk meredam lonjakan inflasi yang terus mencekik warga AS, meskipun memicu kemarahan mendalam dari Presiden Donald Trump yang terang-terangan menuntut penurunan suku bunga .
The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% (dari sebelumnya 3,50%–3,75%). Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara bulat demi menjaga stabilitas ekonomi.
Langkah tegas ini diambil di tengah desakan ekonomi yang makin mengkhawatirkan. Menurut Warsh, tingkat inflasi AS telah berada di atas target ideal 2% selama lebih dari lima tahun berturut-turut.
Baca Juga: Rupiah Jatuh ke Rp17.696 per USD, Suku Bunga The Fed dan Reshuffle Menkeu Jadi Sentimen
Lonjakan harga energi dan bahan bakar akibat krisis geopolitik pasca-konflik AS-Israel dengan Iran telah menjalar cepat ke barang dan jasa kebutuhan pokok. "Inflasi sudah terlalu tinggi dan bertahan terlalu lama. Ini adalah keputusan yang bijak, dingin, dan bertanggung jawab," tegas Kevin Warsh dalam konferensi pers usai rapat kebijakan.


















































