Militer Israel Nyaris Runtuh karena Perang Multi-Front, Jenderal Tertinggi Zionis Kibarkan 10 Bendera Merah

2 hours ago 7

loading...

Panglima Militer Zionis Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir memperingatkan militer Israel nyaris runtuh karena perang multi-front. Foto/IDF

TEL AVIV - Jenderal tertinggi Zionis Israel, Eyal Zamir, telah memperingatkan bahwa militer sedang mendekati "keruntuhan dari dalam" di tengah meningkatnya tekanan dari perang yang sedang berlangsung di berbagai front, termasuk melawan Iran dan Hizbullah.

Berbicara selama pertemuan Kabinet Keamanan, kepala militer Israel atau IDF tersebut mengatakan bahwa militer menghadapi krisis internal yang semakin dalam, khususnya terkait dengan kekurangan personel yang parah.

Baca Juga: Pro-Zionis, Jenderal Tertinggi Uganda Sesumbar Gabung Perang Jika Israel Dikalahkan Iran

Mengutip laporan dari surat kabar Yedioth Ahronoth, Sabtu (28/3/2025), Zamir memperingatkan bahwa pasukan cadangan tidak akan mampu bertahan. Dia mengkritik pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena gagal mengatasi masalah struktural seperti wajib militer bagi Yahudi ultra-Ortodoks (Haredi), amandemen Undang-Undang Cadangan, dan perpanjangan masa wajib militer.

"Saya mengangkat 10 bendera merah," keluh Zamir, menggarisbawahi keseriusan situasi tersebut.

Dia mencatat bahwa militer Israel saat ini beroperasi di berbagai front aktif, termasuk Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat, sementara kebutuhan pasukan terus meningkat.

Zamir juga memperingatkan bahwa intensifikasi kekerasan di Tepi Barat telah memaksa pasukan pendudukan Israel untuk mengerahkan unit tambahan di sana, yang semakin memperberat beban personel yang sudah kewalahan.

Dia menekankan bahwa pemerintah belum mengesahkan undang-undang penting yang dibutuhkan untuk meredakan krisis, sehingga memperburuk beban pasukan yang ada.

Read Entire Article
Prestasi | | | |