loading...
Anggota Amirul Hajj Indonesia 2023 & 2024, Alissa Wahid, memaparkan petugas perlu memahami empat tipe kepribadian jemaah haji Indonesia. Foto/SindoNews
JAKARTA - Tantangan operasional Haji 2026 memerlukan kecakapan petugas dalam memetakan karakter jemaah guna meminimalisasi risiko di lapangan. Hal itu penting untuk memberikan kenyamanan saat membantu jemaah haji Indonesia.
Anggota Amirul Hajj Indonesia 2023 & 2024, Alissa Wahid, memaparkan petugas perlu memahami empat tipe kepribadian utama. Tipe pertama, sanguin memiliki karakteristik ramah, supel, dan senang berbicara. Namun karakter sanguin ini mudah meledak-ledak, karena emosinya cepat muncul dan juga cepat reda. Tantangannya, cenderung kurang disiplin dan kurang mendengarkan orang lain.
Tipe kedua, koleris memiliki percaya diri yang tinggi dan suka memimpin. Tapi, karakteristik koleris ini sulit menerima perintah dan menentang petugas bila tidak diberi penjelasan.
Baca juga: Alissa Wahid: Jadikan Haji 2026 Pengalaman Terbaik bagi Jemaah Lansia
Sementara, tipe ketiga adalah melankolis. Dengan ciri utama yang perfeksionis dan detail memiliki kecenderungan mudah cemas dan sulit menerima perubahan mendadak.
Sedangkan tipe keempat, flegmatis yang berciri utama tenang, sabar, dan pendamai. Namun, tipe ini memiliki kecenderungan kurang inisiatif dan sulit mengambil keputusan. Sehingga petugas perlu proaktif menghadapinya.
“Pemahaman karakter ini menjadi krusial, terutama saat menghadapi jemaah lansia yang mengalami disorientasi akibat lingkungan yang asing,” katanya, Selasa (20/1/2026).















































