loading...
Von der Leyen mengakui bahwa hilangnya pasokan energi murah dari Rusia telah menghantam perekonomian Uni Eropa (UE) secara telak. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen akhirnya menyampaikan pengakuan terbuka yang mengejutkan terkait kondisi ekonomi kawasan. Von der Leyen mengakui bahwa hilangnya pasokan energi murah dari Rusia telah menghantam perekonomian Uni Eropa (UE) secara telak, memicu lonjakan harga yang menempatkan Eropa jauh di belakang para pesaing utamanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi bisnis La Rencontre des Entrepreneurs de France (REF) di Paris. Menurutnya, fondasi kemakmuran yang selama ini menopang daya saing ekonomi Eropa kini telah runtuh.
Uni Eropa memangkas secara drastis impor minyak dan gas bumi dari Rusia pasca-eskalasi konflik Ukraina tahun 2022, dengan target penghentian total bahan bakar fosil Rusia pada 2027. Kebijakan ini diperparah oleh dinamika perang AS-Israel lawan Iran yang memperketat pasokan energi global.
Baca Juga: UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Von der Leyen menegaskan bahwa model pertumbuhan ekonomi Eropa yang selama bertahun-tahun bergantung pada energi murah kini tidak lagi dapat diandalkan. Ia menyoroti bahwa harga energi di Eropa saat ini bertahan dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan di Amerika Serikat dan China.


















































