Modus Baru Kuras Rekening: Hati-Hati Jebakan Refund QRIS Palsu Mengatasnamakan Ekspedisi

2 hours ago 8

loading...

Hati-hati dengan link phishing dan QRIS bodong yang sedang marak belakangan ini. Foto: Sindonews/ChatGPT

JAKARTA - Waspada, modus penipuan daring dengan kedok pengembalian dana atau refund menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini semakin marak menyasar konsumen jasa logistik di Tanah Air.

Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan celah psikologis kepanikan konsumen dan minimnya literasi digital untuk menguras saldo rekening dalam hitungan detik.

Industri logistik nasional kini tengah menghadapi tantangan paradoksal. Di satu sisi, volume pengiriman barang meningkat pesat seiring digitalisasi ekonomi, namun di sisi lain, hal ini membuka "lahan basah" bagi sindikat penipu.

Berdasarkan data survei tahun 2025 yang dirilis Diginex bersama Inventure dan Ivosights, tercatat angka yang mengkhawatirkan: 26,5 persen masyarakat Indonesia mengaku pernah menjadi koran penipuan daring (online scam).

Statistik ini bukan sekadar angka di atas kertas. Laporan Online Scams in Indonesia dari Kaspersky Lab turut mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan penipuan digital tertinggi di kawasan ASEAN.

Realitas inilah yang mendorong J&T Cargo meluncurkan kampanye literasi bertajuk “Jangan Ketipu, Cek Dulu” pada 21 Januari 2026, sebagai benteng pertahanan terakhir bagi konsumen.

Modus Operandi: Memainkan Psikologi Korban

Analisis terhadap pola kejahatan ini menunjukkan adanya evolusi metode yang semakin canggih. Para pelaku tidak lagi sekadar menebar jaring acak, melainkan melakukan pendekatan terarah (targeted) dengan menyamar sebagai petugas layanan pelanggan (customer service).

Read Entire Article
Prestasi | | | |