NU Jakarta dan Amanah Nahdliyyin Betawi

3 hours ago 8

loading...

Husny Mubarok Amir, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta. Foto/istimewa

Husny Mubarok Amir
Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

NAHDLATUL Ulama (NU) sebagai Organisasi Keagamaan terbesar di Indonesia tentunya memiliki pengaruh signifikan di Kota-kota besar termasuk Jakarta sebagai Ibu Kota negara.

Corak dan karakter keislaman masyarakat Jakarta memang sepenuhnya bukan hanya mirip tapi identik sama persis dengan karakter yang dibawa oleh Nahdlatul Ulama. Terbukti, jauh sejak pendirian NU, masyarakat Jakarta sudah akrab dengan tradisi tahlilan, manaqiban, mawlidan bahkan nyekar dan ziarah kubur.

Masyarakat Jakarta, terutama masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta, hampir keseluruhannya adalah warga Nahdlatul Ulama, atau Nahdliyyin biasa kita sebut. Sebagian kecil saja yang berafiliasi dengan Muhamadiyah, FPI atau mungkin ormas keagamaan lainnya.

Nama-nama besar tokoh dan ulama Betawi, hampir mengisi sejarah panjang perjalanan Nahdlatul Ulama. Sejak awal pendiriannya, di Zaman Guru Marzuki Bin Mirshod, ketika Muktamar ke 8 Tahun 1933 di Jakarta, yang diikuti oleh Guru Manshur Jembatan Lima, hingga saat ini, tidak pernah sekalipun periode kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang tidak diisi oleh ulama dan bahkan aktifis Betawi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |