Optimalkan Monetisasi, MSIN Bakal Merger RCTI+ dan Vision+

6 hours ago 9

loading...

Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo dalam Public Expose Insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026). FOTO/Aziz Indra

JAKARTA - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mengonfirmasi rencana besar untuk menyatukan dua platform Over-The-Top (OTT) andalannya, yakni RCTI+ dan Vision+. Langkah merger ini diambil sebagai strategi perseroan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih ramping namun memiliki daya saing dan potensi pendapatan yang lebih besar.

Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo menegaskan bahwa rencana penggabungan ini didasarkan pada pertimbangan efisiensi biaya serta optimalisasi pendapatan bagi perseroan di masa depan.

"Kami melihat dari sisi cost maupun dari sisi revenue dan oleh karena itu ke depan RCTI+ dan Vision+, kami melihat sudah saatnya untuk di merge jadi satu, jadi betul sekali,” ujar Angela dalam public expose insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Saham Melonjak Signifikan, MSIN Beberkan Rencana Ekspansi Global

Saat ini, manajemen MSIN sedang menyusun perencanaan detail terkait integrasi kedua platform tersebut. Fokus utama dari merger ini adalah untuk memaksimalkan operasional perusahaan serta memperkuat strategi monetisasi dalam satu pintu.

Angela menambahkan bahwa penyatuan ini diharapkan mampu memperbaiki alur perjalanan pengguna (user journey) agar menjadi lebih mulus. Dengan pengalaman pengguna yang lebih baik di dalam ekosistem OTT yang terintegrasi, potensi pertumbuhan bisnis pun diyakini akan meningkat.

“Tujuan kami adalah tadi untuk memaksimalkan operasional dan yang kedua adalah untuk memaksimalkan monetisasinya. Jadi dengan penggabungan ini harapan kami user journey-nya juga akan lebih baik, sehingga akan meningkatkan experience user di dalam OTT dan oleh karena itu juga akan meningkatkan potensi upselling dari penggabungan OTT RCTI+ dengan Vision+,” jelasnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |