loading...
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/anadolu
RAMALLAH - Kepresidenan Palestina menyambut baik penandatanganan pakta pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Palestina menggambarkannya sebagai langkah strategis penting untuk memperkuat keamanan dan kerja sama di seluruh dunia Islam.
Pihak kepresidenan menegaskan harapan Palestina agar kesepakatan tersebut menjadi titik awal bagi penguatan "sistem keamanan kolektif Arab dan Islam".
Pihaknya menekankan kerangka keamanan yang terpadu sangat penting untuk melindungi kawasan sekaligus mendukung hak-hak Palestina dan perjuangan sah untuk "mengakhiri pendudukan Israel serta mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya."
Sementara itu, Harlan Ullman, ketua The Killowen Group sekaligus pensiunan perwira senior angkatan laut, mengatakan kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dapat saling melengkapi kekurangan masing-masing pihak.
Ullman mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengaturan tersebut menawarkan keuntungan tersendiri bagi setiap peserta berdasarkan kebutuhan strategis mereka.
"Pakistan membutuhkan dana, maka dari itu ada peran Arab Saudi. Pakistan memiliki senjata nuklir—secara implisit—yang bisa menjadi faktor pencegah bagi Arab Saudi," ujar Ullman.
Dia menjelaskan, "Turki dan Erdogan ingin memimpin dunia Muslim. Turki memiliki industri pertahanan yang tangguh, jadi dalam hal itu, kesepakatan ini memiliki potensi yang sangat nyata."

















































