Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya

1 hour ago 4

loading...

Pasukan pro-Saudi siap rebut ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi. Foto/X

SANAA - Pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung penuh Arab Saudi melancarkan serangan balik terhadap pemberontak Houthi; para pejabat menyatakan bahwa mereka bertujuan merebut kembali ibu kota, Sanaa, dari kelompok yang didukung Iran tersebut.

Pertempuran meningkat pada hari Senin di provinsi al-Bayda dan al-Jawf—yang dipandang sebagai pintu gerbang utama menuju ibu kota—di mana pihak Houthi menyatakan setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan terhadap sebuah penjara di kota al-Hazm.

Wakil Menteri Pertahanan Yaman, Mayor Jenderal Samir Al-Sabri, mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah bahwa pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi telah memutuskan untuk "merebut kembali Sanaa".

Majid al-Nuzaili, juru bicara pasukan yang berpihak pada pemerintah Yaman, mengatakan tujuan operasi ini adalah untuk "membebaskan Yaman dari cengkeraman" Houthi "dan mengembalikan Sanaa sebagai ibu kota bagi seluruh rakyat Yaman".

Ia juga memperingatkan warga sipil untuk menghindari beberapa jalan utama menuju Sanaa, seraya menyatakan bahwa peringatan tersebut berlaku untuk rute yang menghubungkan ibu kota dengan Marib dan al-Jawf, termasuk jalan yang melintasi Nihm, Sirwah, Mahliyah, dan al-Hazm.

Permusuhan ini menandai salah satu eskalasi paling serius sejak gencatan senjata yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2022 menghentikan pertempuran berskala besar. Perang di Yaman bermula pada tahun 2014 setelah Houthi merebut Sanaa, yang memicu intervensi militer pimpinan Arab Saudi pada tahun berikutnya.

Para diplomat sempat berharap gencatan senjata tahun 2022 akan berkembang menjadi penyelesaian politik yang langgeng, namun upaya tersebut terhambat di tengah ketegangan regional yang dipicu oleh perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pertempuran di Yaman kembali pecah pada bulan Juli, ketika pasukan pemerintah menyerang bandara yang dikuasai Houthi di Sanaa, sehingga menghalangi pendaratan sebuah pesawat dari Iran. Kemudian pekan lalu, Houthi melancarkan serangan besar-besaran, berupaya bergerak maju melalui wilayah barat Taiz dan selatan Hodeidah, menuju kota pelabuhan al-Makha dan Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah. Sebelumnya, kelompok Houthi telah mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal Arab Saudi yang melintasi jalur perairan tersebut, yang merupakan koridor vital bagi pelayaran antara Laut Merah dan Teluk Aden. Selat ini memiliki arti penting baru bagi ekspor minyak Arab Saudi sejak Iran mulai membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz pada awal perang AS dan Israel melawan negara tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |