loading...
Petugas BPBD Kabupaten Demak membantu evakuasi warga dari banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto/BPBD Kabupaten Demak
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman mengingatkan pemerintah, untuk tidak mengulangi keterlambatan penanganan dampak banjir akibat bencana hidrometeorologi yang menghantam Demak, Jawa Tengah. Sebab hal itu akan berdampak pada gagal panen.
“Keterlambatan dan ketidakcermatan dalam mendiagnosa dampak banjir, akan menyebabkan petani makin menderita. Selain gagal panen yang sudah di depan mata, juga akan membuat petani kita tak bisa menggarap sawahnya kembali dalam waktu cepat,” katanya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Diketahui, banjir berulang di Demak ini, dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang, akhir pekan lalu. Dampaknya telah merendam 671 hektare lahan persawahan. Kemudian, juga merendam ribuan rumah serta membuat ribuan warga mengungsi.
Baca juga: Banjir Demak, Jumlah Pengungsi Bertambah Menjadi 2.839 Jiwa
“Rehabilitasi sawah terdampak banjir ini, bukan seperti pengerjaan proyek secara umum. Artinya, rehabilitasi sawah ini akan membutuhkan waktu lebih panjang seiring teknis pengerjaannya yang kompleks,” urai Alex.
Penilaian Alex ini, merujuk perkembangan rehabilitasi sawah yang dituntaskan Satgas PRR (Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera) per tanggal 28 Maret 2026.
Dari total 42.702 hektare sawah yang jadi sasaran rehabilitasi di tiga provinsi terdampak, baru 991 hektare sawah yang telah berhasil direhabilitasi. Artinya, baru 2,32%. Sementara, yang dalam proses penanganan seluas 5.333 hektare.


















































